Resep Masakan Indonesia

cooking from the heart

Ayam Woku Belanga

Ayam Woku Belanga
Rated 4.9/5 based on 12 reviews
RecipeYield 4 • PrepTime P1H15M
Porsi 4 • Waktu 1 jam, 15 menit
Facebook Pinterest WhatsApp
Asal: ManadoIndonesian ayam Ayam Woku Belanga, resep, asli, Indonesia, step-by-step

Bahan:

  • 1 ekor ayam atau 750 gr daging ayam, potong2 jadi 12 buah
  • 1 sdm air jeruk nipis (kurang lebih dari setengah jeruk nipis)
  • 2 batang serai, memarkan
  • 1 lembar daun pandan, iris kasar
  • 1 lembar daun kunyit, iris halus (skip jika tak tersedia)
  • 7 lembar daun jeruk purut, iris halus
  • 150 ml air
  • 7 buah/70 gr cabe hijau, tumbuk kasar
  • 2 batang daun bawang, iris2
  • 100 gr daun kemangi
  • 1 sdt garam atau sesuai selera
  • gula pasir sesuai selera
  • 3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 8 bh/80 gr cabe merah
  • 4 bh cabe rawit merah (tambah jika suka pedas, di resep ini saya pakai 10 buah)
  • 8 bh/80 gr bawang merah
  • 3 bh/9 gr bawang putih
  • 4 butir kemiri
  • 2 cm/6 gr kunyit bakar atau ganti dengan 1/2 sdt kunyit bubuk
  • 2 cm/10 gr jahe
  • 1 buah tomat merah
Bahan Ayam Woku Belanga Ayam Jeruk Nipis Racikan Ayam Woku Bumbu Halus Woku Bumbu Lain Ayam Woku Ayam Masak Woku Masak Woku Belanga Air Untuk Masak Woku Cabe Hijau Ulek Kasar Cabe Hijau Untuk Woku Kemangi Untuk Woku Ayam Woku Matang

Cara Membuat Ayam Woku Belanga

  • Lumuri ayam dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan selama 30 menit.
  • Haluskan semua bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. (Jika perlu tambahkan sedikit minyak ke dalam blender untuk mempermudah proses penghancuran))
  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan benar2 matang. (kurang lebih 5 menit)
  • Tambahkan serai, daun jeruk, daun pandan dan daun kunyit (jika ada), aduk rata.
  • Masukkan ayam, aduk2 sampai ayam berubah warna.
  • Tuangi air, kecilkan api dan tutup. Masak dengan api sedang sampai ayam benar2 matang.
  • Cicipi, tambahkan garam dan gula sesuai selera.
  • Masukkan cabai hijau. Masak hingga layu dan cairan berkurang.
  • Terakhir tambahkan daun bawang dan daun kemangi. Masak sebentar hingga layu. Angkat dan sajikan hangat.

Tips:

  • Untuk mencari resep lainnya silahkan lihat Resep Lestariweb atau gunakan navigator menu di bawah.
  • Khusus untuk anda yang akan menjalankan ibadah puasa, silahkan lihat panduan Menu Bulan Ramadan 2021 untuk menyusun menu harian.

Catatan..

Masakan khas dari Menado ini sungguh pantas dicoba, khususnya untuk anda yang gemar masakan pedas. Paduan antara rasa pedasssssssssss, gurih dan aroma sedap dari daun kemangi dan irisan daun pandan hmmmmmmmmm.. Saat memasak saja aromanya sudah bikin ngecess....

Tak perlu saya promosi lagi. Cobalah dan buktikan sendiri rasanya. Dijamin bikin anda ketagihan ;-). Bumbu dan proses memasak lumayan gampang, cepat dan tidak bikin mblenger karena kuahnya tidak mengandung santan. Semakin pedas menurut saya semakin nikmat he he..

Reviews & Comments

  |  2021-10-04 20:12:52
Ahza Jafar Rambe from Manado says:
mantap, aku suka pedas nya. enak.

Semakin pedas semakin mantap Ahza :-)


  |  2020-12-13 20:37:24
Jojo from Paris says:
Mbaaaak, ceritanya kan ga punya pandan. Tp ada ekstrak pandan. Tapi ngasihnya kebanyakan, lha wong disambi momong :-). Tau kebanyakan kok ya gak tak ambil gitu pake sendok, malah di udak, ijo kabeh :-( Tp habis dimasukin kemangi jadi kalah pandan e. Rasanya enak, tapi warnanya kaya ayam korban radiasi gamma, ayam hulk belanga :-D

Jojo wa ka ka kkkkkkk :-D. Baca komen ini saya langsung kesedak tak sambi makan ha ha ha :-) Whatt????! Ekstra pandan?? Maksudnya pasta pandan yang dipakai buat bikin jajajan pasar itu ???!! Kalau iya, dapat ide dari mana Jojo ha ha ha ngakak habis. Aduh sorry orang lagi berduka malah saya ketawain. Untunglah masih bisa dikonsumsi. Experimen kali ini terlalu kreatif dan impresiv ha ha ha :-D. Kalau masih sisa ekstra pandannya bikin dawet atau kue lapis saja, kasihan ayamnya ha ha :-). Oh my God ... Jojo you make may day. Thx You :-D


  |  2020-11-13 10:26:38
Olive from Jakarta says:
Hai hai mba Endang yang baik..aku tadi eksekusi resep ayam woku-nya. Suksess dan pada suka anak2 dan suami. Aku dan suami sebenernya suka pedas mba, tp kalau masak biasanya buang biji cabai biar anak2 bisa ikutan makan. Kalau buat kami, aku bikin sambel lagi buat temen makan biasanya. Thx u resep2nya yaa mba..masih banyak nii yg mau dieksekusi :) salam sehat dari Jakarta ya mba xoxo

Dear Olive, Ibu dan Istri baik sekaligus pioneer student yang tangguh :-). Sama nich Olive saya kalau masak, biji cabe sering saya buang supaya anak dan suami bisa ikut makan. Kalau ingin masakan yg super pedas, saya bikin hanya di akhir pekan dan bikin pengumuman extra bahwa masakan itu untuk saya sendiri. Kadang ada masakan yang harus pedas asli bukan dari sambal kan? :-). Intinya Win-win solution, kan setiap hari saya juga gak nuntut makan nasi meski perut memberontak hiks :-(. Thx for your outcoming result as always. Stay safe & have a nice weekend :-). Cheers.


  |  2020-10-29 17:33:36
Zizi from Jawa timur says:
Perdana masak resep ini dan suami sukak bgt, makasi bnyk kak resep enaknyaa

Hallo Zizi :-): Wow selamat Ayam Woku Belanga perdana sukses membahagiakan suami tercinta :-). Zizi koki hebat nich, salut dengan usaha dan niat soalnya resep ini bukan resep simpel, selain itu bahannya jg seabreg :-). Tapi jerih payah Zizi terbalas dengan hasil mantap :-). Terima Kasih juga sudah mampir dan uji coba. Ayo silahkan lihat resep2 yang lain siapa tahu ada yang menarik untuk dicoba :-). Salam...Endang


  |  2020-10-18 10:39:05
nur from kediri says:
salam mbak,jujur mbak.zaman di milenial sekarang ada banyak makanan yg dr luar yg lagi boming.aq pun ndak terlalu tertarik,aq lebih suka yg dr tanah nusantara dr sabang ampe merauke. kalaupun bersaing,tinggal otak otik aja gimana strateginya.tp,ya gitu. pertama coba.eh,perute malah mules.asem

Salam Nur :-). Sebenernya banyak juga makanan luar yang enak. Tergantung selera dan kebiasaan. Mau makanan luar daerah atau luar negeri semuanya butuh penyesuaian. Kalau pertama kali lidah atau perut agak kaget itu wajar. Seperti orang luar yang makan kepedasan bisa juga sampai mencret-mencret :-). Dari situ kita belajar mengenal dan memilih mana kira-kira jenis masakan yang cocok dengan lidah dan perut kita. Seperti kata pepatah "Tak kenal maka tak sayang". Jangan ragu-ragu atau langsung menolak sebelum mencoba :-)


  |  2020-10-11 08:55:07
nur from kediri says:
mbak,mau tanya.ketika dah jadi menetap disana dinegara orang.apa sih yg unik dimata bule pada kuliner kita.makasih

Yang mereka anggap unik jenis bumbu, rempah dan cita rasanya Nur. Lain sama sekali dengan punya mereka. Makanan Eropa mengenal rempah daun-daunan yang lain dari rempah Asia/ Indonesia. Dan bumbunya juga jarang yang diulek halus seperti umumnya resep Indonesia dan tidak mengenal santan sebagai bahan kuah. Paling bumbunya dicincang atau pakai bumbu bubuk kering. Kalau berkuah paling pakai air atau kaldu. Tapi orang eropa rata2 tidak bisa makan pedas dari cabai apalagi cabai rawit. Meski masakan Asia sangat populer di sini tapi sayangnya masakan Indonesia kalah populer dengan masakan Cina, Thailand, Jepang, India dan Korea karena orang Indonesia di LN juga lebih sedikit.


  |  2020-09-28 19:02:59
nur from kediri says:
alkhamdulilah deh dah coba.tp,pake cumi.untungnya cuminya yg gede.jd,ndak mengkerut amat.mbak,klao situ yg 4 musim ribet ndak se yg tanam rempon 2x.buat persediaan gitu.makasih

Selamat Nur lidah sudah merantau ke Sulawesi :-). Pakai cumi pasti enak juga. Menjawab pertanyaan. Ya jelas ribet lah di sini kalau musim dingin/salju semua kegiatan pertanian dan bercocok tanam berhenti. Musim untuk nanem terutama tanaman tropis misal cabe, tomat hanya bulan April sd Oktober. Habis itu cuaca makin dingin sampai minus 20°C gak mungkin tumbuhan tropis bisa bertahan. Saya gak pernah nanam empon-empon, waktunya singkat mungkin baru tumbuh belum berakar empon2nya untuk dipanen cuaca hangat sudah habis. Kalau jahe, kunyit, lengkuas bisa beli di sini setiap saat barang hasil impor. Yang gak ada itu cuman kencur.


  |  2020-09-21 17:45:27
nur from kediri says:
mbak,ampe lupa aq kemaren minggu comen dimana ya.kok ndak bisa terhubung ya.akhirnya ya disini aja.pa yg situ tutup ya.kok ndak bisa.trus,kalo mbuat bumbu yg ditumis sendiri tinggal pake,jika perlu.tahan brapa lama ya.makasih

Makanya Nur kalau habis komen diingat-ingat di kolom komentar di resep apa :-). Coba scroll sampai ke atas, klik tombol MENU trus cari ke bawah sampai bagian "Jajanan & Minuman" trus pilih resep Keripik Tempe, di situ Nur nulis komen minggu kemaren. O ya menjawab pertanyaan, bumbu tumis bisa tahan 1 minggu, syaratnya harus ditumis sampai matang/tanak, trus disimpan dlm wadah tertutup. Saran saya wadahnya itu (dari plastik atau botol kaca), direbus dulu bersama tutupnya dlm air mendidih selama 5 menit, tunggingkan biar air keluar dengan bantuan penjepit yang ikut direbus juga, bumbu tumis langsung dimasukkan dlm keadaan panas, langsung ditutup, tengkurapkan sampai dingin baru disimpan di kulkas. Pemanasan wadah untuk mensterilkan supaya bebas bakteri sehingga bumbu bisa awet.


  |  2020-08-02 20:47:46
Jane from Bali says:
Mau nanya, itu setelah blender dapet hampir setengah blender bumbunya saya liat di foto, saya nyoba disini cuman dapet dikit banget, pisau blender nya aj masi nongol, cuman tenggelam setengah. apa ada yg kurang? thanks

Hallo Jane :-). Sebelumnya saya tanya dulu Jane pakai blender merk apa? Blender yang saya pakai ini mini blender Philips volume maximum wet mill/penggiling bumbu basah hanya 400 ml bahkan tinggi mangkoknya cuman 2/3 panjang telapak tangan saya. Umumnya kalau menggiling bumbu saya tambahkan minyak goreng makanya volumenya kelihatan penuh. Kalau blender/wet mill yang Jane pakai blender ukuran besar umumnya ya bumbu cuman seuprit. Coba lihat di resep Ayam Tinoransak (Sulawesi) Jane bisa meilhat besarnya ukuran mangkok wet mill yang saya pakai. Atau kalau mau melihat lebih jelas silahkan lihat di menu bagian atas, trus scroll sampai bawah cari bagian "Memilih Blender Bumbu yang Tepat. Di situ Jane lihat seberapa volume mangkok blender yang saya pakai. Jadi tidak ada kesalahan tapi hanya perbedaaan blender yang kita pakai :-). Semoga penjelasan saya membantu :-). Salam..Endang


  |  2020-07-28 19:07:28
Nancy from Bandung says:
Mantap Kak Endang, resepnya! Sebenarnya masaknya tinggal campur aja semua, tp karena bumbu yang harus disiapkan banyak macam, jadi kayak masak untuk kenduri.. hehe.. Saya gak pakai gula, jadi memang rasanya agak kurang gurih, tapi berhubung sedang ngurangin gula, gapapalah, secara keseluruhan tetap mantap.

Nancy..ha ha ha. Baca komen macam orang mau kenduri bikin ngakak habiiiss wa ka kak. You make my day. Tapi seimbang kan usaha sama hasilnya. Selamat uji cobanya sukses. He..eh gula dan garam meski sedikit memang mempengaruhi rasa. Salut dengan ketahahan pegang prinsip ngurangi gula. Untuk hidup sehat memang perlu perjuangan Nancy dan sedihnya masakan yang lezat kebanyakan kurang sehat ha ha. Ironi ya tapi keep on with your diet. Terima Kasih sudah berkunjung dan uji resep :-). Salam...Endang


  |  2020-06-29 01:11:26
Zulfa from Jepara says:
Makasih resepnya..aku udah coba enak banget rasanya..mantappp

Yang barusan coba juga koki jos hasil uji cobanya mantap :-). Terima Kasih juga sudah berkunjung dan uji coba resep Zulfa. Ayo silahkan lihat-lihat, masih banyak resep mantap menunggu ;-). Salam...endang


  |  2019-12-05 07:12:33
widi mahanani from jakarta says:
salam kenal lagi mb... karena baru nemu webnya... rasanya ini resep pertama kali yang pengen aku praktekin..liatnya aja udah ngiler mbaa....

Ayo Widi segera cabut tunggu apa lagi ha ha :-)


  |  2019-11-23 22:13:33
Francine Liem from USA says:
Halo kawan lama..mau coba buat dengan ikan--- Kalau teman buat enak sekali. Tapi dia kalau masak tidak pakai ukuran jadi susah menirunya--unless nongkrong waktu dia masak---- Will let you know----

Hallo Tante Francine. Wooow glad to hear from you again... sounds & alive ha ha :-D. Looking forward to hearing the outcome from you. Go..go...hopefully it works well with the fish. Take good Care Tante :-). Liebe Gruesse aus Bayern...Endang


  |  2019-11-10 12:04:55
Riris from Yogyakarta says:
Wah bener2 patut di coba, terimakasih sudah berbagi resep nya..oh apa kah di dalam nya jg dimasukan jahe/lengkoas?trm ksh..

Hallo Riris. Ayo tunggu apa lagi? Sudah banyak yang nyoba kayaknya cocok tuch bahkan sudah diapprove dari yang punya resep asli orang Manado tuch koment di atas ;-). Seperti tertulis di bahan bumbu halus emang ada jahe tapi gak pakai lengkuas. Silahkan Mencoba Semoga Sukses. Salam...Endang


  |  2019-02-24 16:26:51
topkoky from jakarta says:
mantap resepnya cocok bagi yang suka pedes ni

Betul masakan Manado special untuk hantu cabe ha ha. Sudah kepanasan atas bawah Bos ;-). Thx sudah mampir. Salam...Endang


  |  2018-07-06 15:12:46
Monica from Surabaya says:
Suami minta dibuatin babi woku, padahal sy ga pernah makan woku sm sekali. Jadilah sy search di lestariweb, krn sblmnya sdh nyoba bbrp resep mbak & selera kt cocok. Hasilnya kata suami enak, katanya "iya bener, rasanya woku spt ini"... Hehehe... Terima kasih ya mbak:)

Hallo Monica. Selamat untuk eksperimennya dan dipuji suami lagi. Monica Koki hebat nich sekali nyoba langsung Joss!!!. Ayo keep cooking Sista biar ditambah sayang Hubby. Salam..Endang


  |  2016-12-11 14:48:37
arthur from jagakarsa says:
mantapsss mbak resepnya, tanpa kemangi bisa nambah nasi 2 piring heheheh

Mantapsss nich koki Arthur pertama bikin langsung joSs! Semoga masih bisa berdiri tuch meski kekenyangan ha ha. Ayo coba resep yang lain Bos. Salam.....Endang


  |  2016-11-03 19:01:11
Manurung Schwanz from California-USA says:
Let's cook

I did it ;-)


  |  2016-06-27 22:01:48
Lenny from Las Vegas says:
Terima kasih mbak Endang atas balasannya. Karya tulis anda benar2 menarik dan bahasanya pun sangat akrab bagaikan berkomunikasi dgn sahabat lama. Tak bosan bosannya saya baca dan buka web anda setiap ada peluang di tempat kerja saya. You are very friendly and it's an honor to know you. May God always bless you. I will try your receipe some day and I will let you know the outcome. I wish you the best and regards from Vegas.

Sama-sama Lenny. Senang atas kunjungan Lenny ke warung ini ;-). Glad to know you as well. You're very genuine & kind hearted person ;-). Cooking is a kind of Art! Feel free to exlore & try the recipes, not because of you should but if you really have a time and space for it. Anyway I'm really sorry if my blog had you drooling over your keyboard ha ha ;-). Wish U the best too. Take Care & warmest greetings from outskirts of Munich, Germany.....Endang


  |  2016-06-23 20:09:35
Lenny from Las Vegas says:
Saya sangat kagum dan terkesan akan semua resept masakan yang anda tulis. Sekalipun saya belum sempat mencoba satupun tapi perasaan saya resep2 anda sangat bagus serta mudah dipelajari dan hasilnyapun sangat dikagumi oleh para pembaca. Kalau saja anda sempat mencetaknya saya akan memesan dan membelinya. Salam kenal dari Las Vegas. Kalau boleh tahu anda berdomisili dimana sekarang.

Hallo Lenny. Terima Kasih untuk kunjungan dan aspirasinya ;-). Ayo tunggu apa lagi, cobain satu2 apakah rasanya betul2 cocok baru boleh kasih saya pujian ha ha ;-). Masalah buku, saya serahkan ke ahlinya aja dech. Terus terang saya juga cuman hobby Cooker amatiran Lenny, gak ada niat untuk tujuan komersial. Kalau lagi eksperimen kadang gagal juga namanya juga methode try error, resep yang terbukti berhasil baru saya posting. Kalau Lenny mau copy dan cetak untuk keperluan pribadi ya silahkan. Atau seperti pembaca yg lain blog ini disave, ntar kalau mau nyari resep tinggal klik ke Sitemap. Di situ tertulis daftar semua resep, saya kelompokkan berdasarkan pulau untuk memudahkan pencarian. Selamat Mengksplorasi Kuliner Nusantara. O ya sekarang saya tinggal di Jerman dan blog ini wujud impian saya untuk mempromosikan masakan daerah, ada edisi Inggris dan Jerman meski tidak selengkap versi Indonesia ;-). Salam...Endang


  |  2016-05-14 15:54:53
Diah from New York says:
Mba Endang, penjelasan ttg resep, cara buat dan penyertaan foto memudahkan persiapan masak dan ternyata hasilnya uenak tenan dan autentik. Saat memasak, sy pas lagi ga punya d kemangi. Tanpa kemangi aja, anak sy sampai speechless makannya ....hahaha. Maturnuwun utk resep yg autentik dan salam kuliner

Diah....Selamat hasil eksperimennya sukses dan auntentik ;-) Hebat sekali coba langsung uenaaaak!Si kecil gak pernah bohong kalau enak bilang enak kalau gak ya bilang juga. Anyway kemangi di sini juga jarang ada. Lain kali ganti saja dengan Thai Basil enak juga kok. Thx sudah uji nyali. Selamat Berakhir Pekan. Salam...Endang


  |  2016-04-25 23:43:34
Santi from Dubai says:
Hello Mba Endang... its me again :). Kemaren aku masak ayam woku... manteeepp.. ngk pernah terbayang aku akan masak ayam woku. Selama ini ngebayangin bumbu2 nya aja udah pegel.. Tapi resep Mba Endang bikin aku pengen coba and ternyata ngk sesulit yang di bayangkan... temen2 juga suka and makan dengan lahap :).. Makasi ya, Mba buat resep2 nya... bikin aku jadi semangat masak ... hehehe.. aku juga udah coba resep Mba yang laen... Mie Goreng, Bakwan Jagung... and masih terus mau mencoba resep2 y

Hallo Santi....Ha ha ha masih rajin masak toh?? Kirain lagi mogok. Dimulai dari sayur tahu tempe ternyata udah merambah kemana-mana bahkan udah nyampek Sulawesi nich ha ha ;-) Respek!! Tuch kan lama-lama memasak bisa menjadi hobby yang menyenangkan. Apalagi sudah bikin teman-teman makan lahap...bakat koki hebat nich!! Lanjuuut!! Keep Cooking Santi. Terima Kasih juga buat Santi, meski pegel lihat daftar bumbu yg penjang tapi uji nyalinya sukses ha ha ;-). Salam...Endang


  |  2016-02-04 17:36:13
katrin from says:
mba...kok resepnya gk ditulis?

Hallo Katrin. Lha resep mulai bahan sampai cara pembuatan plus foto step by step saya tulis/posting lengkap tuch. Pakai apa ngliatnya Non?? Kali kompi atau Hpnya yang ngadat tuch he he. Ayo coba buka lagi trus dibaca/discroll sampai ke bawah semua tertulis lengkap. Salam....Endang


  |  2015-06-02 20:14:31
christina.damai@yahoo.com from bekasi says:
Trimaksih ya untuk resep kunya ya jeng.Akhirnya bisa buat woku tanpa +penyedap. Pas banget rasanya. Padahal aku gak pakai daun kunyit (krn abang sayurnya gak punya :)) senenya bisa dapat web yg resepnya pas dilidah dan hati...hehehe. #peluk

Sama-sama Jeng Christina. Saya ikut senang resep di warung nyempil ini ada yang nyangkut di lidah. Selamat juga untuk Jeng yang sudah uji nyali tanpa penyedap lagi ;-). Ngomong2 daun kunyit memang jarang dijual, paling punya kalau nanam sendiri he he ;-). Ayo silahkan lihat menu yang lain barangkali ada lagi yang cocok. Terima Kasih untuk kunjungannya. Salam...Endang


  |  2015-05-24 11:02:51
yatti from jakarta says:
Sya sering bkin ayam woku dengan resep ini rsanya enk bnget ..n bnyak yang suka ...post resep bakwan sayur yang enak donk mba

Selamat Yatti untuk Ayam Wokunya ;-). Berkali-kali sukses berarti jago masak juga nich he he. Untuk Bakwan Sayur silahkan pakai resep Ote-Ote atau Bakwan Udang di sub-menu Jajanan & Minuman, tinggal diskip udangnya, sayurnya silahkan divariasi sesuai selera, jadilah bakwan sayur. Saya sudah sering bikin dan banyak juga yang suka. Silahkan dicoba Semoga sukses. Salam....Endang


  |  2015-03-22 12:05:11
yossy from jakarta says:
makasih mbak endang.. resep2 nya komplit dan step2 pic nya membantu amatir seperti saya.. salut tidak pelit ilmu.. makasih

Yossy ...semua profi awalnya juga amatiran ;-). Kalau sudah terhidang dan rasanya Mak Nyuss gak ada bedanya! Ayo semua orang bisa masak asal mau belajar. Terima Kasih juga sudah nyasar ke warung saya. Selamat Mengeksplorasi resep-resep baru. Salam...Endang


  |  2015-02-19 17:46:35
vina from jakarta says:
mba aku mo cb resepnya kykny lezat banget. Aku pernah bikin ayam pedas kemangi tapi pakai santan sedikit, aslinya dimanado tuh gak pakai santan ya mba? tks

Masakan Menado memang rata2 tidak pakai santan, dan pedas Vina. Meski gak pakai santan rasanya sangat lezat karena bumbunya cukup komplit. Tapi ada perkecualian yang pakai santan misalnya Ayam Tuturuga, meski ada juga versinya yang tidak pakai santan. Tapi rata2 memang pakai daun kemangi yang bikin aromanya tambah sedap. Selamat Mencoba ..semoga sukses dan rasanya Mak Nyuss. Salam....Endang


  |  2014-09-26 09:42:22
mhei from jakarta says:
ini baru bilang resep woku blanga yg benar, dari semua resep yg sy liat.ada bbrp bahan yang g ada. padahal bahan itu yang membuat masakan itu harum dan enak. contohnya di resep yg lain. gak ada kemiri, kemangi, daun bawang. dll. itu pun dari resep rumah makan terkenal di mnado.apa rasanya kalau gak ada bumbu pelengkap itu.thnx ya,sudah berbagi resep.dulu sy suka masak. karna sibuk da g perna masak lagi jadi sedikit lupa bumbu2nya. thnx ya

Hallo Mhei.....!!!!! Waduh senangnya saya dapat resensi dari yang punya resep ha ha ha. Iya saya juga sering sebel dengan resep2 masakan yang dibikin atau ditulis seenak perut makanya saya usahakan research dan studi banding resep dr nara sumber dan referensi sebanyak-banyaknya supaya benar2 mendekati ke-autentikannya. Sayang kalau resep2 warisan leluhur tergerus jaman krn alasan ekonomi atau kepraktisan. Makanya tugas kita melestarikan, tul gak?? ;-)....Salam Kuliner...Endang


  |  2014-09-26 09:34:34
mhei from jakarta says:
liat resep dari mba. jadi inget semua.dan bahan-bahan yang mba pakai, sama dengan bahan-bahan yg kel sy di mnado pakai kalau masak.. salut sama mba. g pelit resep. hahahahahahahha :)

Ayo turun dapur lagi biar gak lupa ;-) . Orang Jawa bilang "Wastro lungset in sampiran" yg artinya Ilmu bisa hilang kalau tak pernah dipakai. Resep sangat lezaaaaaaaat begini sayang dong dilupakan ;-). Selamat bereksplorasi kembali. Terima Kasih juga untuk apresiasinya...


  |  2014-06-25 11:44:02
erlin from Finland says:
Hello mbak Endang, apa kbrnya? Sy brsan masak ayam woku yg resep dr mbak. Rsnya enak, tp kemanginya sy pakai kemangi thailand. Hehehe... Tp enak jg mbak.

Wooooi....Erlin gak sabar nunggu ya wkkk. Ide bagus tuch kemangi Thailand lagian selalu tersedia di toko asia setiap saat. Ngomong2 Erlin udah jadi koki top markotop nich, cm bekal resep singkat udah langsung jadi. Keep it up girl !! Salam Mak Nyuss ha ha ha...Endang


Tulis Komentar Anda: