Resep Masakan Indonesia

cooking from the heart

Sambal Bawang

Sambal Bawang
Rated 4.6/5 based on 10 reviews
RecipeYield 1 • PrepTime P0H10M
Porsi 1 • Waktu 0 jam, 10 menit
Facebook Pinterest WhatsApp
Asal: JawaIndonesian sambal Sambal Bawang, resep, asli, Indonesia, step-by-step

Bahan:

  • 5 bh cabe rawit merah (silahkan tambah kalau mau lebih pedas)
  • 1 bh cabe merah besar
  • 1 bh bawang putih
  • 2 sdm minyak bekas menggoreng atau ganti dengan minyak yang dipanaskan
  • garam secukupnya
Bahan Sambal Bawang Bahan Sambal Bawang

Cara Membuat Sambal Bawang

  • Ulek bawang putih, cabe merah, cabe rawit dan garam sampai halus.
  • Tambahkan minyak bekas menggoreng atau minyak yang dipanaskan, aduk rata pakai ulekan.
  • Cicipi, tambahkan garam jika perlu.
  • Sajikan dengan tempe goreng dengan cara penyet/tekan tempe di atas sambal dengan ulekan.
  • Hidangkan segera dengan nasi panas dan lalapan mentah jika suka.

Tips:

  • Untuk mencari resep lainnya silahkan lihat Resep Lestariweb atau gunakan navigator menu di bawah.

Catatan..

Sambal Bawang adalah sambal yang pertama kali saya kenal selain sambal terasi kampung. Istilah yang tepat menurut saya adalah Sambal Ekspres, karena bahannya simpel dan pembuatannya juga super cepat. Tinggal ulek sebentar langsung siap disantap! Meski bahannya sederhana, tetapi rasanya sedap dan nikmat!

Tips: Kunci kenikmatan Sambal Bawang terletak pada penambahan minyak bekas menggoreng atau orang Jawa menyebutnya jelantah, jadi usahakan ada. Kalau tak punya minyak bekas menggoreng, panaskan sedikit minyak dan langsung siramkan panas2 ke dalam sambal yang barusan diulek. Intinya apapun jenis minyak yang anda pakai, jelantah atau minyak yang dipanaskan, siramkan ke sambal dalam keadaaan panas, karena disitulah kunci kenikmatan Sambal Bawang.

Selain itu sambal harus berasa agak asin biar rasanya semakin mantap. Sajikan dengan Tempe Goreng yang dipenyek di cobek hhhhhhhhmmm ditanggung nasi sebakul bisa habis !!

Reviews & Comments

  |  2020-07-10 12:19:48
Gita from Indonesia Raya says:
Terima kasih utk resep2nya bu, bener2 detail dan luar biasa hehehee. Btw ibu tahu bebek kaleyo ga? Kalau kebetulan ibu pernah coba, ayam mereka itu enak banget menurut aku. Super empuk dan bumbu sangat meresap. Bagaimana ya bikin ayam spt itu?

Hallo Gita :-). Maaf saya kurang mudeng dan tidak tahu apa itu bebek kaleyo. Apakah nama restoran franchise di Indonesia yang jual menu ayam juga?. Kalau itu yang dimaksud saya belum pernah dengar apalagi coba :-). Cobain dulu berbagai resep dari ayam yang ada di web ini banyak lho resep ayam goreng, bakar/panggang dan ungkep yang tak kalah enak. Intinya biar bumbu meresap itu yang bumbu harus mengandung banyak rempah, ayamnya kalau perlu ditusuk-tusuk garpu, dimarinasi dan dibiarkan supaya meresap baru diolah. Kalau diungkep pakai air kelapa rasanya akan lebih gurih dan sedikit soda kue biar empuk. Semoga membantu :-). Salam...endang


  |  2020-06-26 18:34:00
Aciana from Surabaya says:
Oh My.. I really agree with your actions, Chef. They must realize and think deeper, but what the hell are they doing.. There is absolutely no mercy for them. Keep working and happy , Don’t forget We always support you :)

Unfortunately there many people want to achieve success instantly. On the other hand, it took me 10 years to build up my web recipes & I've never calculated how much money & efforts I've spent so far. But seeing lot of my works being taken without permission for years, that was too much. Time for action to be taken!! I made enemies but there are millions nice readers out there behind me :-D. I have my highly respect for them :-). This is what it counts!! Thanks for your thoughtfulness & support Aci :-). Have a nice weekend.


  |  2020-06-26 13:47:42
Aciana from Surabaya says:
Be patient Chef , a “hund” is barking :)

Don't worry..I know who's barking ;-). Since January this year, there are many angry persons with stupid nicknames writing trash comments to provoke me. Coz I've filled lots of DMCA (copy right) complaints to Google & Youtube regarding to violation (copying, stealing, manipulating, editing) lots of fotos & contents of my website. Worst is they monetize those stolen/copy pasted contents to make profit. What a disgrace people!! Some websites, blogs & Youtube channels have been banned/taken down ever since, that's why they're very upset now. But I just protect my hard work & intellectual properties. I'm glad if someone use my recipes to make their own business & make living out of it such as opening home catering, selling Sambal Pecel, Dawet etc. I support them 100%. But for Copypaster, I will haunt them down. No mercy :-)


  |  2020-06-26 11:38:47
Aciana from Surabaya says:
Wkwkk ngakak jg sm alasan pamali nya , atuda kumaha deui LoL pdhal sebelumnya tak tanyain udh makan blm , katanya udh , tp pas meleng cobeknya diisi nasi dong , duh jadi silly girl ketawa gini di kantor wkwk :D

Untung bukan Aci yang makan di cobek. Kalau Aunty sich gak ngefek wa ka kakk :-).


  |  2020-06-25 19:11:20
Aciana from Surabaya says:
Malem2 ngulek sambal sm goreng tempe, pas minyak bekasnya di tuang di cobek crashhhhhh suaranya :O trus tempenya dipenyet.. awesome :) pas udh ngambil, ditinggal bentar tu cobek diisi nasi dong sm aunty lol makan di cobeknya :D

pulang kerja baca komen ini langsung ngakak :D. Amazed sama Aunty's habit yang kadang di luar prediksi. Anyway kata orang tua makan di cobek itu pamali. Ulah dahar na coet, ke meunangkeun duda siah ha ha ha :-D


  |  2020-06-08 14:01:21
Kelly from Jakarta says:
Makasih resepnya kak. 10 tahun nikah, baru ini nyoba bikin sambal, suami sukaaaa..

Hallo Kelly :-). Salut dengan keberanian mencoba hal-hal baru demi suami. Semua orang bisa masak termasuk bikin sambal asal mau belajar. Sudah ada bakat tinggal diasah tuch ;-). Semoga pengalaman pertama ini memotivasi Kelly untuk sering turun ke dapur ha ha :-). Terima Kasih untuk sharing your nice experience :-). Salam....Endang


  |  2020-05-12 18:11:31
Kea from Kyiv says:
Padahal minyak kelapa ya sama2 ga sehatnya juga sama jelantah haha... Sambal ini asik banget bisa dibikin apa aja. Bikin sambel terasi, bikin balado, bikin sambel bajak, sambel cibiuk, tempoyak. Tinggal tambahin bahan yang kurang aja. Saya bikin banyak bertoples2 nyetok di kulkas. Kalo males masak tinggal ambil, oseng bentar, sandingin sama nasi panas, tahu/tempe/ayam goreng, lalap, beuh... udah deh, berbakul2 nasi lewat hehe...

Ngiri saya dengan sambal setoples. Sejak Corona outbreak bahkan sampai pelonggaran sekarang saya gak bisa lagi beli cabai. Sabtu lalu ke toko Asia, stok kosong melompong, sudah 2 bulan gak ketemu cabe rawit, sedihnya :-(. Untung masih ada sambal lain. Kalau Kea stok sambal bawang, saya stok 2 kg sambal pecel, bikin sendiri sudah hampir 2 tahun masih bagus. Cobain Kea kalau suka resepnya ada di sini juga, resep warisan Simbah sambel pecel awet tanpa pengawet apapun. OK Terima Kasih sekali lagi untuk sharingnya. Stay Safe & Healthy. Salam dari sesama perantau ...endang


  |  2020-05-12 18:06:41
Kea from Kyiv says:
Mirip resep sambal serbaguna saya, Mbak. Bedanya, saya tambahin bawang merah (2x jumlah bawang putih) dan minyaknya pake minyak kelapa (yang harganya hiks... amit2 mahalnya di sini). Dulu saya pake jelantah juga tapi istri saya yang udah ketularan doyan duren sama terasi masih ga mau aja makan jelantah, ga sehat katanya. Saya coba pake minyak baru ternyata rasanya kurang nampol. Tanya2 ke yang tua2 di kampung ternyata jawabannya pake minyak kelapa, Sumpah mantep banget jadinya. Padahal minyak k

Hallo Kea :-). Wa ka kak...pulang kerja ngakak saya baca komen Kea. Pakai ilmu apa tuch sampai sukses membuat istri doyan terasi ha ha ha. Hebat...terasi berhasil ngalahin keju wa ka kak. Terima Kasih banyak untuk tambahan ilmu sambal serbaguna dengan tambahan minyak kelapa. Iya memang minyak kelapa murni harganya selangit di sini :-(. Nanti pasti saya coba, sambal apa dong namanya :-)?


  |  2020-03-18 18:27:11
Al from Korea says:
Mantapp pedas nikmat terasa sekali

Hallo Al. Selamat Sambalnya sukses :-). Ini sambal praktis kalau kepepet. Mudah, cepat dan lezaat :-)


  |  2020-03-05 20:58:49
Rifki effendi from Kandungan ibu says:
Kok rasanya pahit amat

Baru sekali ini saya dengar Sambal terasa pahit. Pasti ada yang salah dengan bahan yang anda pakai. Entah cabai atau bawang yang dipakai sudah gak segar atau mulai membusuk. Ini sambal paling sederhana yang sudah umum dibuat sebagai menu sehari-hari oleh masyarakat Indonesia, jadi bukan resep baru dan rasanya pedas dan gurih bukan pahit. Silahkan coba sekali lagi pakai bahan yang berkualitas bagus dan peralatan yang benar-benar bersih. Dan satu tips lagi jangan bikin sambal pakai blender apalagi cabe digiling bersama isinya, karena bisa menimbulkan rasa pahit apalagi kalau sambal mentah. Semoga mendapat pencerahan. Salam....Endang


  |  2020-01-29 17:19:36
Restu Alfina Zahroh from Demak says:
Baru aja coba, dan nagih'in. Cuma aku lebih suka kalau ngulek cabai nya ngga begitu halus.. Biar makin krenyes kalo di buat geprekan lauk.

Hallo Restu. Pulang kerja baca komen Restu bikin cengengesan sendiri. Baru dengar sambal bisa bikin ketagihan ha ha. Tapi gak pa pa lebih bagus ketagihan sambal daripada narkoba wa ka kkk. Ya bikin sambal terserah selera masing2 mau diulek halus atau kasar yang penting rasanya lezat. Terima Kasih sudah mampir dan uji coba. Salam...endang


  |  2015-12-31 21:10:15
Arif Gunawan from China says:
Mbak Endang, Matur nuwun sanget resep garang asemnya. Saya akan cobain, kalau nemu blimbing wuluh dan daun pisang... hahaha... Salam Arif

Hallo Arif & Diana ;-). Semoga segera dapat belimbing wuluh dan bisa menikmati garang asemnya. Selamat Tahun Baru 2016. Wish you all the best for your family. Salam Hangat dari rantau juga ;-)....Endang


  |  2015-10-04 18:15:06
Arif Gunawan from China says:
Mbak Lestari, Terima kasih jelantahnya. Resep itu (resep turun temurun dari nenek sampai ke ibu dan sudah saya turunkan ke anak saya...hahaha) persis yg selama ini saya pakai buat bikin sambel bawang (kadang disebut sambal korek, atau sambal jelantah). Mak nyus, pokoke. Oh ya, saya asli Ponorogo, jjawa Timur. Pertanyaan: Mbak Lestari, ada resep garang asem jeroan nggak? iItu masakan favorit resep nenek saya. Juga, resep Jawa untuk masakan bebahan dasar udang kali. Tau nggak Mbak, di Jak

Hallo Arif ..ha ha ha resep jelantah jadi warisan turun temurun. Heran ya minyak bekas tapi rasanya bikin klenger ;-D. Kayaknya kita satu selera nich suka resep-resep ndeso warisan simbah. Ngomong-ngomong Garang Asem Jerohan, saya punya resepnya tapi belum praktek sejak di rantau gara-gara gak ada belimbing wuluh ;-). Ntar musim panas tahun depan mungkin saya coba dech pakai bahan pengganti Rhubab. Kalau di tempat Arif ada belimbing coba dech resepnya ada di bawah.


  |  2015-10-04 18:14:36
Endang from Jerman says:
Bahan: 500 gr jerohan ayam campur. 1 ons cabe rawit/biarkan utuh atau iris (jika suka pedas), 5 buah belimbing wuluh potong dengan ukuran 1/2 cm, 10 tomat hijau, dipotong-potong, , 5 lbr daun salam, sobek-sobek/iris kasar, 2 batang serai, iris-iris, 3 cm lengkuas, iris tipis, 1 sdt gula pasir atau sesuai selera, 1 sdt garam atau sesuai selera, daun pisang untuk membungkus. Bumbu Halus: 8 siung bawang merah, 4 siung bawang putih, 5 butir kemiri.

Cara Membuat: Cuci bersih dan potong hati atau ampela ayam (jika perlu), lumuri dengan perasan air jeruk nipis, diamkan 15 menit supaya jeroan peret dan tidak amis. Aduk rata jeroan bersama bumbu halus, bumbu iris, cabe rawit dan lengkuas. Cicipi apakah rasa asin dan manis sudah pas. Ambil daun pisang (lemaskan dulu jika perlu supaya tidak bocor), letakkan lembaran atau potongan daun salam, beri kurang lebih 2 sdm adonan garang asem, tutup lagi dengan daun salam, kemudian bungkus bentuk tum. Kukus dengan api sedang selama 30 -45 menit sampai ayam matang. Jangan kukus dengan api besar supaya garang asem matang pelan.pelan dan bumbu meresap. Ini resep Garang Asem Kudus yang tidak pakai santan. Warna putih yang muncul berasal dari kemiri. Selamat Mencoba Semoga Sukses. Salam...Endang


Tulis Komentar Anda: