Resep Indonesia cooking from the heart

Tahu Kopyok

Bahan untuk 1-2 porsi:

  1. 2 bh tahu (200 gr)
  2. 2 bh telur
  3. sejumput bubuk lada
  4. 2 batang daun bawang, iris sepanjang 1 cm
  5. 1/4 sdt garam atau sesuai selera
  6. 2 sdm minyak goreng

Bahan Saus :

  1. 1 siung bawang putih, haluskan
  2. 1 sdm petis udang
  3. 3 sdm kecap manis
  4. 150 ml air

Sambal, ulek kasar:

  1. 10 biji cabe rawit hijau (tambah jika suka lebih pedas)
  2. sejumput garam
Bahan Tahu Kopyok
Masak Tahu Kopyok Step 1
Masak Tahu Kopyok Step 2
Masak Tahu Kopyok Step 3
Masak Tahu Kopyok Step 4
Masak Tahu Kopyok Step 5
Masak Tahu Kopyok Step 6
Masak Tahu Kopyok Step 7
Masak Tahu Kopyok Step 8
Masak Tahu Kopyok Step 9
Masak Tahu Kopyok Step 10
Masak Tahu Kopyok Step 11
Masak Tahu Kopyok Step 12
Masak Tahu Kopyok Step 13
Tahu Kopyok

Tahu Kopyok

Rated 5/5 based on 1 reviews

Indonesian tempeh TahuKopyok, resep, asli, Indonesia, step-by-step

Asal: Semarang - Jawa Tengah

Catatan..

Tahu Kopyok adalah menu street food alias jajanan warung kaki lima yang banyak dijumpai di kota Semarang. Biasanya Tahu Kopyok disajikan sebagai salah satu penyusun menu Tahu Pong komplit. Olahan yang praktis dan lezat ini umumnya disantap bersama saus encer yang terbuat dari campuran kecap manis dan petis.

Sekilas bentuknya mirip Tahu Telur dari Jawa Timur, bedanya dalam sajian Tahu Telur, tahunya dipotong-potong bentuk dadu, dicampur telur lalu dibikin dadar. Sementara dalam Tahu Kopyok, tahunya dihaluskan dan dicampur telur kocok hingga rata baru digoreng dadar.

Cocok untuk anda yang ingin membuat menu satu hidangan praktis dengan bahan simpel dan proses masak yang cepat. Tahu Kopyok juga bisa anda santap dengan nasi sebagai lauk kalau takut tidak kenyang :-).

Selamat Mencoba dan semoga menambah khasanah resep berbahan tahu di dapur anda ;-)

Cara Membuat:

  1. Taruh tahu dalam mangkok yang agak besar, tekan-tekan dengan sendok makan sampai halus.
  2. Tambahkan 2 buah telur dan aduk-aduk hingga rata. (Pastikan tahu benar-benar tercampur rata dengan telur supaya tidak ambyar saat digoreng)
  3. Bumbui dengan lada bubuk dan garam sesuai selera.
  4. Iris-iris daun bawang, campurkan ke adonan dadar tahu.
  5. Panaskan 2 sdm minyak di atas api sedang, sebarkan adonan tahu kopyok secara merata seperti saat membuat telur dadar.
  6. Goreng dan balik hingga kedua sisinya matang dan berwarna keemasan. Tiriskan.
  7. ** (Tips: Kalau dadar terlalu lunak dan rentan hancur untuk dibalik, silahkan potong dadar dengan bantuan sutil/sudip menjadi 2 atau 4 bagian, baru dibalik bagian demi bagian).
  8. Membuat Saus: Ulek bawang putih, tumis sebentar dengan api kecil hingga berbau harum.
  9. Masukkan petis udang dan kecap manis. Aduk rata.
  10. Tuangi air dan masak dengan api sedang hingga mendidih. Cicipi dan beri garam jika perlu. Angkat dari api.

Cara Penyajian:

  1. Iris-iris tahu kopyok dadar menjadi beberapa bagian.
  2. Tuang saus kecap petis ke dalam piring saji.
  3. Beri potongan tahu kopyok dan sambal cabe. Bisa juga disantap dengan cara mencocolkan potongan tahu ke saus dan langsung disantap.
  4. Kalau anda ingin menyantap dengan nasi, beri nasi paling bawah, taruh potongan tahu kopyok di atasnya dan siram dengan saus.

Catatan:

  1. Adonan jangan terlalu encer misalnya anda tambah telur dengan maksud supaya lebih gurih. Adonan dadar yang terlalu encer menyebabkan dadar yang lembek dan susah dibalik. Bisa ambyar nanti dadarnya.
  2. Kalau ingin membuat porsi lebih banyak, tambahkan tahu dan telur secara seimbang , bukan salah satu bahan saja supaya rasa dan konsistensi dadar tetap ideal untuk digoreng.
  3. ** Proses penggorengan di warung Tahu Pong menggunakan sistem deep fry (minyak yang banyak) hingga dadar terendam minyak dan tidak perlu dibalik hingga mendapatkan semua sisi matang, tetapi untuk keperluan masak di dapur sendiri saya pilih pemakaian minyak sedikit. Selain lebih sehat dan hemat minyak juga tidak meninggalkan minyak bekas menggoreng yang berbusa dari telur.
  4. Bagi anda yang tidak menyukai petis, silahkan ganti sausnya dengan Sambal Kecap



Reviews & Comments

  |  2020-08-02 21:46:50
Aciana from Surabaya says:
Yes Chef , I got it :) Thank you for being my inspiration ;) Happy Weekend and Happy Ied Adha :)
You inspire me as well Aci :-). Thx for just being you :-). Never stop to motivate me as well as yourself :-P

  |  2020-07-31 01:10:23
Aciana from Surabaya says:
Ooo pantas saja rasanya kurang sambal goreng cecek kemaren , sdh tanya aunty katanya sama aja cair atau bubuk. Tp kalau ada reader yg bilang kurang optimal it’s the same with my experience :D anyway in your last repl “sometimes life is not fair” , interesting quote Chef ;)
Kan sudah buktikan sendiri :-). Anyway about quote. Unfortunately that's a fact but indeed it is very good words to apply on every situation as well as a constant reminder for us : always be grateful for what we are, for what we have, for our strengths and weaknesses. More important, it reminds you not to compare yourself with other's life, luck and fortune. Otherwise it makes you feel unsettled, jealous, envious, resentful..and you will never be satisfied & HAPPY :-). So accepting unfairness in life is one of the ways to achieve happiness :-D

  |  2020-07-30 09:22:45
Aciana from Surabaya says:
Ooo i see.. yg tak makan itu brrti termasuk light cheese smua :D sy doyan banget jengkol , tp klo dimasak harus direndem dlu semalem biar bau nya tipis. Klo pete jg suka tp harus di goreng smpe keriput , misal mentah or di tumis gtu gasuka hihi :D Chef klo santan instan yg bubuk sm yg cair pengaruh tdk di rasa masakan? Lebih baik yg mana? Atau sama aja ?
Jengkol saya gak doyan, kalau petai justru kebalikan wa ka kkk :-D. Kayaknya lebih baik santan cair Aci. Pernah ada yang komen bikin Rendang kalau gak salah pakai santan kara yang bubuk itu hasilnya gak optimal. Tapi kurang tahu saya, karena saya gak pernah pakai santan instant yang dicairkan itu lagian di sini juga gak ada. Yang ada cuman santan cair atau cream dalam sediaan kaleng dan tetrapax hasilnya selalu bagus.

  |  2020-07-30 00:06:34
Aciana from Surabaya says:
Wah bau bangkai tikus ? apa kabar jengkol Chef klo disana :D cheese yg sy tau tu cheddar , parmesan , edam , sm mozarella doang.. Alhamdulillah yg bau kaos kaki blm wkwk :D nggak tau lg ya yg umum di Indo selain 4 jenis itu apa lg..
Jengkol gak ada di sini Aci. Kalau petai kadang masih ada. Termasuk eksotik juga baunya kan julukannya stinky bean :D. Itu keju yang Aci sebutin..weleh light keju bisa dibilang gak masuk kategori keju berbau sama sekali. Keju yang bau kaos kaki umumnya bukan hasil mass production di pabrik tapi hasil dari produksi sentra usaha menengah dan kecil yang biasanya berada di pegunungan/alm, dalam bahasa Jerman disebut Bergkäse (keju pegunungan). Keju jenis ini kadang diproses sampai tahunan untuk mencapai tekstur dan aroma terbaik. Banyak jenisnya, umumnya berasal dari kawasan pegunungan Alpen yang meliputi Jerman, Swiss, Austria, Italia dan Perancis. Contoh : Appenzeller, Emmentaler, Le Gruyère, Vorarlberger :-)

  |  2020-07-28 16:09:38
Aciana from Surabaya says:
Iya ya Chef , kalo di LN terasi sm petis adalah makanan yg menjijikan , bau nya itu . Tp ya gimana yaa wkwkwk emang enak kok , bahkan durian pun di salah satu drakor yg sy tonton itu disebut bau kaos kaki loh , padahal kan enak itu wangi nya semerbak :D
Menurut hidung eropa terasi baunya mirip bangkai tikus Aci ..ha ha haa :-). Padahal keju mereka ada yang baunya persis kaos kaki tapi keju yang baunya bikin mabok ini menurut saya juga makin enak wa ka kkkkk :-D

  |  2020-07-28 13:11:37
Aciana from Surabaya says:
Tidak sengaja menemukan resep baru langsung eksekusi kebetulan bahan ready. Hmm sampe keringetan kepedesan Chef mantap pdhl sederhana banget bahannya, tp emang cocok dengan petis ini, sy pakai petis ikan yg sperti karamel cair itu, mantap membuat siangku menjadi cerah :D
Iya Aci....saya juga nemu resep ini tanpa sengaja. Lihat liputan di TV tentang Tahu Pong komplit, trus ada bagian Tahu Kopyoknya jadi terinspirasi bikin eksperimen Tahu Kopyoknya doang, jumlah bahannya saya reka-reka sendiri ari hasil pengamatan :-). Setuju sederhana dan enak, pas sekali dengan saus petis meski kuluarga saya harus ngempet gak tahan baunya waktu masak ka kkkkk :-)

Write your own review:

Your rating:



Your name:



Your location:



Write your text:

Write your review: