Resep Indonesia cooking from the heart

Putri Selat

Bahan untuk 20 biji:

  1. 260 gr tepung beras yang baru digiling (pakai sediaan tepung jadi jika tak ada)
  2. 40 gr tepung tapioka/kanji/sagu tani
  3. 450 ml santan dingin
  4. 450 ml santan panas
  5. 100 gr gula pasir
  6. 100 gr gula merah, iris halus
  7. 1 sdt garam
  8. 20 lembar daun suji + 2 lembar daun pandan wangi atau ganti dengan 10 lembar daun pandan wangi atau ganti bahan pewarna hijau pandan jika tak ada
Bahan Kue Putri Selat
Putri Selat Step 1
Putri Selat Step 2
Putri Selat Step 3
Putri Selat Step 4
Putri Selat Step 5
Putri Selat Step 6
Putri Selat Step 7
Putri Selat Step 8
Putri Selat Step 9
Putri Selat Step 10
Putri Selat Step 11
Putri Selat Step 12
Putri Selat Step 13
Puteri Selat Step 14
Putri Selat

Putri Selat

Indonesian snack

Asal: Sumatra & Kalimantan

Catatan..

Putri Selat adalah jajanan kue basah khas Sumatra, tetapi kue ini juga populer di propinsi Kalimantan selatan dan Kalimantan timur. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa kue Putri Selat adalah makanan khas kerajaan Banjar. Fakta mana yang benar, terus terang saya juga tidak tahu. Kita serahkan saja pada pakar sejarah dan kuliner yang lebih berkompetensi untuk menjawabnya. Menurut pendapat saya pribadi, lebih baik jika kekayaan kuliner dan budaya daerah diakui seluruh anak bangsa bersama-sama daripada diklaim oleh bangsa lain, betul nggak?.

Sebenarnya sudah lama saya mengamati resep ini tapi agak enggan untuk mencoba karena melihat bahan dan prosesnya yang ribet saja saya sudah merasa sedikit terintimidasi he he ;-). Dari semua buku referensi yang saya miliki sebanyak 4 buah semuanya punya kemiripan. Bahan dibagi menjadi 3 kelompok sesuai warna adonan dan proses pembuatan adonan pun dilakukan 3 kali berulang-ulang untuk masing-masing warna. Belum lagi penggunaan 2 jenis santan, ditambah proses mengukus.....waduh kapan makannya?!

Sampai terbetik niat dan ide mendadak, kalau ada cara yang gampang ngapain harus cari yang susah-susah? Toh sudah ada contoh yang lebih praktis seperti bikin Lapis Beras maupun kue Lapis Pengantin. Ngapain meski bikin adonan 3 kali kalau anda bisa bikin sekaligus trus adonan dibagi 3 sama rata baru dikasih bahan pewarna, iya nggak? Memasak itu bebas yang penting hasil akhir memuaskan baik rasa dan penampilan.

Tip: 1. Meski tahap pembuatan sudah saya pangkas supaya lebih cepat dan efisien, pastikan anda punya waktu yang cukup, karena membuat Putri Selat tetap butuh kesabaran dan waktu untuk mengukus dan menunggu ketiga lapis matang. 2. Jika anda punya cetakan kue putu, kue lumpang maupun kue sakura, anda bisa manfaatkan cetakan ini untuk membuat Kue Putri Selat dengan variasi bentuk yang cantik. Dalam cetakan mini, kue juga lebih cepat matang karena lapisan tidak terlalu tebal. Tentu saja anda juga bisa mengukus dalam loyang seperti cara pembuatan aslinya dan setelah matang diiris-iris sesuai selera.

Nah bagi anda yang penasaran, silahkan mencoba dengan metode yang sudah saya praktekkan. Semoga lebih praktis dan cocok dengan selera anda :-) .

Cara Membuat:

  1. Membuat Pewarna Hijau Alami : Cuci bersih daun suji atau daun pandan, potong2 atau iris halus, masukkan dalam blender.
  2. (Pakai daun pandan jika daun suji tak ada. Jangan kuatir meskipun tak sekuat daun suji, warnanya tetap cantik dan aromanya lebih sedap).
  3. Tambahkan 50 ml air dingin, blender sampai halus.
  4. Saring dengan saringan santan dan tekan2 atau peras ampas daun pandan sampai semua sari warna keluar.
  5. Larutan hijau pandan siap digunakan. Sisihkan dulu.
  6. Lewati step ini jika memakai bahan pewarna hijau pandan.

  7. Panaskan 450 ml santan dengan api sedang sampai mendidih sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah. Sisihkan.
  8. Membuat Adonan: Masukkan tepung beras, tepung kanji dan garam dalam wadah atau baskom yang agak besar.
  9. Tuangi santan dingin (450 ml) sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi adonan yang halus dan rata.
  10. Berikutnya tambahkan santan panas (450 ml) sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi adonan yang licin dan rata.
  11. Bagi adonan ke dalam 3 wadah atau gelas pengukur dengan jumlah sama rata.
  12. Lapisan coklat: Tambahkan 100 gr gula merah halus dalam 1 bagian adonan putih. Cicipi, jika perlu tambahkan gula merah sesuai selera anda.
  13. Aduk hingga menjadi adonan yang licin dan tidak bergerindil. Sisihkan.
  14. Lapisan hijau : Tambahkan 100 gr gula pasir dalam 1 bagian adonan putih. Cicipi, jika perlu tambahkan gula sesuai selera anda.
  15. Tuangkan larutan daun suji (50 ml), aduk hingga menjadi adonan yang licin dan tidak bergerindil. Sisihkan. Jika anda memakai bahan pewarna hijau, tambahkan sekitar 10 tetes. Aduk rata, sisihkan.
  16. Lapisan putih : Tambahkan 1/4 sdt garam, aduk hingga menjadi adonan yang licin dan tidak bergerindil. Sisihkan.
  17. Siapkan loyang atau wadah plastik tahan panas dengan ukuran minimum 18x18x8cm, olesi setiap dindingnya dengan minyak sayur.
  18. (Alasi bagian bawah loyang atau wadah plastik dengan plastik supaya lapis lebih mudah dilepas atau mencegah goresan jika anda mengiris langsung dari loyang).
  19. Panaskan air cukup banyak dalam panci yang cukup besar atau dandang pengukus hingga mendidih dan mengeluarkan uap.
  20. Taruh loyang atau wadah plastik yang sudah disiapkan sebelumnya dalam panci pengukus.
  21. Tuang adonan warna putih, tutup panci, kukus selama 10 menit.
  22. Tuang di atasnya adonan warna coklat, kukus selama 10 menit.
  23. Tuang di atasnya adonan warna hijau dan kukus selama 10 menit.
  24. Terakhir setelah bagian paling atas padat, kukus lagi selama 40 menit. Angkat dan dinginkan.
  25. (Kue sudah benar-benar matang jika bau dari daun suji atau daun pandan wangi berubah dari langu menjadi aroma harum sedap khas pandan.
  26. Jika anda memakai cetakan mini, kukus masing-masing lapis selama 5 menit saja dan terakhir kukus selama 20 menit sampai tanak dan matang.
  27. Keluarkan dari loyang atau wadah plastik, potong2 sesuai selera atau lepas dari cetakan jika anda kukus dalam cetakan kue.

Catatan Tambahan:

  1. Bagi anda yang tinggal di LN dan tidak memiliki dandang khusus pengukus, silahkan pakai panci ukuran besar, letakkan kelakat atau wadah untuk steamer dari rice cooker di dasar panci baru letakkan loyang atau plastik pengukus di atasnya seperti metode yang saya pakai.
  2. Jika penutup panci tidak ada lubang untuk uap keluar, bungkus tutup dengan serbet untuk menyerap sekaligus mencegah uap air turun menetes ke kue.
  3. Jika anda memakai cetakan kue, jangan lupa olesi dengan minyak supaya mudah dilepas. Tanpa olesan tetap bisa dilepas tapi harus anda banting-banting supaya lepas (dari pengalaman pribadi :-)).
  4. Proses mengukus menyebabkan air menguap lebih cepat. Periksa dan tambahkan air mendidih secukupnya jika jumlahnya mulai menyusut.
  5. Kalau anda ingin semua lapisan berasa manis ya silahkan tambahkan gula di lapisan putih. Tetapi resep asli Putri Selat memang lapisan putihnya berasa asin untuk mengimbangi kedua lapisan lain yang berasa manis.



Reviews & Comments

Write your own review:

Your rating:



Your name:



Your location:



Write your text:

Write your review: