Resep Indonesia cooking from the heart

Lapis Beras

Bahan:

  1. 300 gr tepung beras yang baru (pakai sediaan tepung jadi jika tak ada)
  2. 100 gr tepung tapioka/kanji/sagu tani
  3. 1000 ml santan sedang (bisa diganti dengan 400 santan kental dicampur dengan 600 ml air)
  4. 300 gr gula pasir
  5. 1 sdt garam
  6. 2 lbr daun pandan, potong2 atau ikat
  7. 4 lembar daun jeruk purut, buang tulangnya
  8. Pewarna merah secukupnya
  9. Pewarna hijau secukupnya
Bahan Lapis Beras
Santan Untuk Lapis Beras
Santan Rebus Untuk Lapis
Gula Untuk Lapis
Membuat Adonan Lapis
Garam Untuk Lapis
Pewarna Hijau Lapis
Pewarna Merah Lapis
3Adonan Lapis
Mengolesi Minyak
Alas Plastik Lapis
Pengukus Lapis
Lapisan Merah
Lapisan Putih
Lapisan Hijau
Lapis Matang
Lapis Beras

Lapis Beras

Rated 4.5/5 based on 15 reviews

Indonesian snack Lapis Beras, resep, asli, Indonesia, step-by-step

Asal: Jawa

Catatan..

Kue Lapis adalah salah satu jajanan kue basah tradisional yang sudah memasyarakat. Seingat saya waktu kecil, makanan satu ini menjadi salah satu menu bingkisan oleh2 setelah orang tua saya menghadiri acara selamatan, kendurian atau acara hajatan pengantin dll. Salah satu jajanan yang sering sekali dibuat oleh nenek saya selain nagasari dan dadar gulung. Terus terang saya sampai bosan bin mblenger ;-) Sekarang setelah hidup jauh di rantau saat tak ada lagi acara kendurian, kangen juga sama kue basah tradisional ini ;-).

Sebenarnya tak ada resep standar untuk membuat Kue Lapis, bahanpun bisa anda variasi sesuai selera dan ketersediaan. Kue Lapis bisa dibuat dari tepung ketan, tepung kanji, tepung beras bahkan tepung terigu. Umumnya bahan merupakan mix-match atau gabungan keduanya. Biasanya adonaan kue lapis adalah gabungan dari jenis tepung yang netral (beras, terigu) dipadu dengan tepung perekat yang kenyal (ketan, kanji).

Jadi anda bisa membuat paduan tepung ketan + beras/terigu atau tepung kanji + beras/terigu. Bisa juga murni tepung ketan, murni tepung beras, murni tepung terigu, murni tepung kanji. Terserah selera mau yang sangat kenyal atau yang lunak. Tapi yang jelas jangan memadukan tepung ketan dengan tepung kanji. Nanti hasilnya seperti Lapis Karet yang susah dimakan ;-)

Banyak resep Kue Lapis dari berbagai referensi dan saya yakin semuanya enak. Resep yang saya posting ini resep khas ndeso buatan nenek saya yang harganya murah, karena memang tepung beras lebih murah daripada tepung ketan.

Tip: Pastikan anda punya waktu yang cukup, karena membuat Kue Lapis butuh kesabaran dan waktu yang panjang untuk mengukus dan menunggu lapis demi lapis. Dan semakin encer adonan, semakin lama waktu pembuatan. Menyantapnya memang enak tapi untuk membuatnya anda harus siap menjadi budak kompor ;-)

Bagi anda yang ingin membuat lapis dengan bahan dominan tepung kanji silahkan pakai resep Lapis Pengantin. Lapis ini lebih elastis atau kenyil-kenyil kata orang jawa. Rasanya juga sama-sama enak :-)

Cara Membuat:

  1. Letakkan daun pandan dan daun jeruk purut ke dalam panci, tuangkan santan.
  2. Masak dengan api sedang hingga mendidih, aduk sekali-kali supaya santan tidak pecah.
  3. Buang daun pandan dan daun jeruk purut. Biarkan hingga benar2 dingin.
  4. Masukkan tepung beras, tepung kanji dan gula pasir dalam wadah atau mangkok yang agak besar.
  5. Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga menjadi adonan yang halus dan rata.
  6. Beri garam, aduk rata kemudian cicipi. Jika perlu tambahkan gula atau garam sesuai selera.
  7. Bagi adonan ke dalam 3 wadah atau gelas pengukur.
  8. Beri 1 bagian warna merah, 1 bagian warna hijau dan 1 bagian biarkan putih.
  9. Siapkan loyang atau wadah plastik tahan panas dengan ukuran minimum 18x18x8cm, olesi setiap dindingnya dengan minyak sayur.
  10. (Alasi bagian bawah dengan plastik supaya lapis lebih mudah dilepas atau mencegah goresan jika anda mengiris langsung dari loyang).
  11. Panaskan air cukup banyak dalam panci yang cukup besar atau dandang pengukus hingga mendidih dan mengeluarkan uap.
  12. Taruh loyang atau wadah plastik yang sudah disiapkan sebelumnya dalam panci pengukus.
  13. Tuang 100 ml adonan berwarna merah, tutup panci, kukus selama 5-10 menit (tergantung ketebalan) sambil dilihat apakah lapisan sudah padat.
  14. Tuang di atasnya adonan berwarna putih, kukus selama 5-10 menit, kemudian diikuti adonan berwarna hijau.
  15. Lakukan langkah yang sama berulang-ulang sampai adonan habis.
  16. (Anda juga bisa memakai ukuran sendok sayur atau ukuran lain yang penting jumlahnya sama untuk setiap lapisan).
  17. Terakhir setelah bagian paling atas padat, kukus lagi selama 15 menit. Angkat dan dinginkan.
  18. Keluarkan dari loyang atau wadah plastik, potong2 sesuai selera.

Catatan Tambahan:

  1. Kalau satu resep kebanyakan, silahkan pakai takaran setengah resep saja, khusus untuk anda yang ingin mencoba untuk pertama kali atau tak punya banyak waktu.
  2. Kalau tidak suka bahan pewarna, bagi adonan menjadi 2, beri 1 adonan dengan 30 gr/2 sdm munjung coklat bubuk. Hilangkan daun jeruk, pakai daun pandan saja.
  3. Proses mengukus menyebabkan air menguap lebih cepat. Periksa dan tambahkan air mendidih secukupnya jika jumlahnya mulai menyusut.
  4. Kalau anda malas menuang berkali-kali ya silahkan tuang larutan agak banyak, tapi proses pengukusan tiap lapisan menjadi lebih lama. Jumlah lapisan berkurang tapi bisa anda tinggal untuk pekerjaan lain ;-)
  5. Kalau ingin menikmati lapis yang lebih kenyal silahkan pakai resep Lapis Pengantin



Reviews & Comments

  |  2020-07-10 12:12:50
Novi from Bandung says:
Mau nyoba ah..ntar sy mampir kesini lagi.trims yaa resepnya detail banget. Jgn lupa ya teman2.. Baca review2 juga spa tau tambah inspirasi
Hallo Novi ;-). Sana buruan dicoba mumpung akhir pekan. Bikin Lapis harus sabar dan perlu waktu cukup dan suasana hati yang nyaman biar hasilnya jos. Terima kasih untuk komen yang memotivasi dan menginspirasi ;-). Salam...Endang

  |  2020-07-09 22:08:05
Ummu Shafa from Rantau Prapat says:
Saya kasi bintang 3 dulu ya bun, ntar klw sudah ketauan hasilnya memuaskan baru tambah bintangnya
Silahkan Ummu :-). Yang penting dicoba dan semoga hasilnya sesuai harapan. Gak usah pusing mikirin bintang ;-). Harus sabar lho ya bikin Lapis. Bikin saat punya waktu dan suasana hati nyaman kalau grusa-grusu gak bakal optimal hasilnya ;-). Salam...Endang

  |  2020-07-03 16:37:26
Lilis from Parakanmuncang says:
Terima kasih resep lapisnya. Mau saya coba
Silahkan Lilis. Semoga percobaannya sukses sesuai harapan. Terima Kasih sudah mampir dan tertarik untuk mencoba resep :-). Salam Endang

  |  2020-06-15 18:15:35
erika from says:
saya sudah nyoba mba...rasanya enak banget. harum pandan ama jeruk...yummmy banget daahhh
Hallo Erika ;-). Selamat woiii Lapisnya sukses. Saya bisa membayangkan baunya ha ha :-). Salut untuk kesabaran dan ketelatenannya nich. Sekali coba langsung yummy dan wangi. Terima Kasih sudah uji coba resep ;-). Salam..endang

  |  2020-06-06 09:57:20
mama dany from brebes says:
mo nyobain resep nya ...detail mohom bgt jelasinnya...semoga berhasillll.....
Selamat Mencoba Mama Dany ;-). Pastikan pakai bahan terutama tepung yang bagus dan waktu yang cukup dan sabar, ditanggung Lapisnya akan sukses :-) Selamat Bereksperimen semoga sukses :-). Salam...endang

  |  2020-06-01 20:01:51
Rasbina ria from Deli Serdang says:
Kalau pakai tepung beras sama tepung kanji bisa mbak?
Lho kan di resep yang saya tulis bahan yang saya pakai memang paduan tepung beras dan tepung tapioka alias tepung kanji Ria :-). Sudah kebelet bikin Lapis ini sampai bingung kelewat bacanya :-). Selamat Mencoba Semoga sukses. Salam...Endang

  |  2020-05-23 11:20:26
Azizah from Jatim says:
Saya udah coba, al-hamdulillah sesuai dengan expektasi dan rasanya enak banget, Makasih bun resepnya
Selamat Azizah :-). Saya ikut senang kalau ada laporan yang berhasil bikin lapis. Kalau bahan dan cara masaknya benar kemungkinan berhasil ;-). Terima Kasih juga sudah untuk kunjungan dan uji coba resepnya. Salam....Endang

  |  2020-05-21 16:44:37
Ummah from Jeddah says:
Wah simple ya bundah ;-) Mau coba sya resep nya jg mudah skli trimah ksh ilmu nya bundah :-)
Ayo Bunda Ummah...segera meluncur. Masak itu mudah dan flexibel asal dari hati. Selamat Bereksperimen Semoga cocok denna selera Bunda juga :-). Terima Kasih sudah mampirs dan tertarik untuk uji coba resep. Salam...endang

  |  2020-05-21 00:06:36
Sa'da from Banjarmasin says:
waaaah cntik skali ya kue nya, pasti juga enak rasa ny, kalau cuma tepung terigu cmpur tepung tapioka apakah bsa? soalny di rumah stok tepung nya cuma itu, malas kalau beli tepung beras lagi hehe
Bisa sekali Sa'da ;-). Ayo buruan dibikin pakai bahan yang ada. Saya jg kadang bikin lapis dari tepung terigu saya campur dengan tepung maizena kalau gak punya stok tepung. Masak itu gampang gak usah dibikin susah, tul nggak?. Selamat Mencoba Semoga sukses. Salam...endang

  |  2020-04-24 16:14:55
Imelda from says:
Saya uda coba.tak enak
Hallo Imelda, maaf kalau percobaannya gagal. Silahkan cari resep yang lain. Saya hanya posting resep yg selama ini saya praktekkan berkali-kali dan hasilnya baik-baik saja, mungkin tergantung yang masak dan selera yang bikin ;-). Ngomong2 tidak enak kok anda kasih bintang 5, jadi heran saya. Semoga anda mendapatkan resep yang sesuai selera. Salam...Endang

  |  2020-04-22 18:10:07
Pinky from Malang says:
Bissmillah smoga berhasil Bljr Q hari ini ;-)
Gimana hasilnya Pinky? Semoga berhasil dan rasanya mantap. Terima Kasih sudah mampir dan mau uji coba resep. Salam....Endang

  |  2020-03-28 13:26:10
Hj Julidar from Medan says:
Alhamdulillah.. Saya dah coba resepnya.. Eenak..
Selamat ..ini Ibu Hajjah Julidar ;-) Saya turut senang kalau ada yang sukses bikin kue Lapis. Hanya orang2 yang sabar berhasil bikin jajanan satu ini ;-). Terima Kasih sudah mampir dan uji resep. Ayo silahkan lihat2 resep yang lain. Siapa tahu ada yang cocok ;-). Salam..Endang

  |  2020-03-11 17:17:35
Afni from Bekasi says:
Saya sudah coba rasanya enak banget...
Hallo Afni ;-). Selamat Lapisnya sukses dan enak pakai banget. Sudah lulus tes kesabaran nich ha ha ;-). Terima Kasih sudah mampir dan uji resep. Salam...Endang

  |  2020-02-10 22:04:45
SAsabellah from says:
Saya sudah cobah bikin tapi rasanya asem
Baru kali ini saya dengar Lapis Beras rasanya asem. Dari bahan saja cuman ada 3 kemungkinan rasa yang timbul, manis atau asin atau hambar karena cuman mengandung gula dan garam. Saya malah gak paham darimana dapat rasa asamnya???? Kalau pakai tepung yang baru digiling tapi salah nyimpan dan lembab bisa saja tepungnya bau apek dan asem. Pastikan pakai bahan2 yang berkualitas bagus biar hasilnya juga bagus. Anyway dari pencantuman nama dan meski ganti nickname dan kasih komentar ngasal berkali-kali di blog ini, saya tahu siapa anda. Peace ;-) Salam...Endang

  |  2020-01-26 18:23:11
Rini Sulistyo from Jakarta says:
Saya mau coba mudah2an berhasil klw menurut tutorial nya sudah sangat faham . Makasih ya ilmunya
Ayo Rini silahkan semoga sukses lapis berasnya. Pastikan punya waktu yang cukup dan kesabaran untuk bikin lapis dijamin sukses. Selamat Mencoba :-). Salam..Endang

  |  2019-11-27 06:56:08
Aida from Taiwan says:
Biar lebih kenyal dan tidak bantad bisa di tambahkan tepung terigu :-)
Terima Kasih Aida untuk masukannnya. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Seperti saya tulis di pengantar atas bahan lapis memang bisa divariasi dari bahan campuran 2 tepung. Terserah mau pilih yang mana sesuai selera dan tingkat kekenyalan yang diinginkan. Salam...Endang

  |  2017-07-08 23:21:42
Joko from Bekasi says:
Saya sdh coba praktekan resep nya. Tapi hasilnya blom memuaskan. Tampilan tidak sebagus yg di foto. Supaya menghasilkan tampilan yang glossy seperti di foto, bgmn ya ? Mohon masukan nya. Trimakasih.
Hallo Joko, ..waduh turut prihatin hasil percobaannya yg kurang memuaskan. Tapi harapan sy semoga rasanya gak sepucat warnanya ;-). Mengenai warna yg kurang glossy, dugaan saya bisa disebabkan 2 faktor. Pertama bahan pewarna yang dipakai. Banyak aneka merk tersedia di pasaran, bisa saja intensitas warna lain2. Terus terang saya selama ini pakai merk jadul yaitu "koepoe koepoe" ( kan ejaannya juga masih jadul ;-)). Kedua mungkin jumlah pewarna kurang atau terlalu sedikit sehingga setelah lapis matang hasilnya pucat. Untuk antisipasi bisa dites dulu. Teteskan adonan yg sudah diwarnai ke dalam air perebus dan tunggu sampai mengambang kira2 itulah penampakan warna adonan lapis setelah matang. Dari situ bisa kita koreksi, jika perlu tambahkan bahan pewarna sesuai kebutuhan atau selera. Mau lapis yg mencolok atau natural. Sekian masukan dr saya semoga membantu. Selamat Bereksperimen lagi. Salam..Endang

  |  2014-12-16 21:46:21
fani from Hamburg says:
Cantik bgt kue lapisnya..jd pengen cepet dipraktekin :-) tapi ngomong2 itu pas ngukus tutup pancinya dipakein lap kein ga ya? Klo diliat dr gambar, itu cetakannya lebih tinggi dr panci bwt ngukusnyakan? Trus mba cuma nutup panci diatas cetakannya itukan? Cz aq ga punya panci kukus yg kaya di indonesia, yg agak masuk kedalem.
Hallo Fani, ha ha ha jeli banget ngliatnya. Saya juga gak punya panci yang dalem jadi memanfaatkan apa saja. kadang kalau cetakan kebesaran malah saya pakai wajan yang besar dan cekung trus dibawahnya saya ganjal saringan plastik putih yang di foto itu ;-). Betul kata Fani saya tutup wadahnya saja tapi usahakan tutup yang bentuknya miring biar uap air bisa langsung turun dan tidak membasahi lapis. Kalau gak ada br terpaksa pakai tutup datar dan dilapisi serbet untuk menyerap air. Semoga info saya memberi pencerahan ;-). Selamat mencoba semoga sukses. Salam...Endang

  |  2014-09-18 12:31:56
nur fitriani from muara bungo says:
sudah trbayang betapa kuenys gw coba ah
Ayo buruan praktek Nur. Kalau cuman dibayangin gak bikin kenyang cuman bikin ngeces ha ha. Selamat mencoba semoga sukses. Salam....Endang

  |  2014-08-26 10:02:47
Leoni Endhy from Jkt says:
Wah, uraiannya detil n menarik. Jempol utk anda.
Terima Kasih Leoni untuk aspirasi anda. Sengaja saya buat step by step dengan gambar pendukung supaya jelas dan mudah diaplikasikan, khususnya bagi pembaca yang baru belajar memasak ;-). Salam...Endang

Write your own review:

Your rating:



Your name:



Your location:



Write your text:

Write your review: