Resep Masakan Indonesia

cooking from the heart

Bongko Cunduk

Bongko Cunduk
RecipeYield 8 • PrepTime P1H0M
Porsi 8 • Waktu 1 jam, 0 menit
Facebook Pinterest WhatsApp
Asal: BojonegoroIndonesian snack Bongko Cunduk, resep, asli, Indonesia, step-by-step

Bahan untuk 8-10 buah:

  • 200 gr tepung beras
  • 50 gr tepung tapioka/tepung kanji
  • 200 gr gula merah halus/sisir
  • 700 ml santan sedang
  • 5 buah nangka matang, potong-potong bentuk dadu
  • ½ sdt garam
  • 2 lembar daun pandan potong-potong
  • daun pisang untuk membungkus atau 8-10 buah ramekin
Bahan Bongko Cunduk Bongko Cunduk step 1 Bahan Bongko Cunduk 2 Bahan Bongko Cunduk 3 Bahan Bongko Cunduk 4 Bahan Bongko Cunduk 5 Bahan Bongko Cunduk 6 Bahan Bongko Cunduk 7 Bahan Bongko Cunduk 8 Bahan Bongko Cunduk 9 Bahan Bongko Cunduk 10 Bahan Bongko Cunduk 11 Bahan Bongko Cunduk 12 Bahan Bongko Cunduk 13 Bahan Bongko Cunduk 14

Cara Membuat Bongko Cunduk

  • Masukkan tepung beras, tepung tapioka dan garam di mangkok yang agak besar. Aduk rata, sisihkan.
  • Panaskan santan dengan panas sedang sampai mendidih. Aduk santan sekali-kali supaya tidak pecah.
  • Tuangkan santan ke dalam wadah tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan pengaduk (whisk) hingga adonan licin dan mengental. Adonan kelihatan agak encer, abaikan memang seperti itu bentuknya.
  • (Jika anda lihat adoanan tiba2 meringkil, bentol2 tidak rata jangan langsung panik, aduk terus dengan cepat nanti lama-lama adonan akan licin dan halus).
  • Jika anda memakai daun pisang: Ambil daun pisang, beri potongan daun pandan lalu tambahkan kurang lebih 2-3 sdm adonan.
  • Tambahkan di atasnya 1 sdm gula merah halus lalu beri topping irisan nangka.
  • Bungkus baik-baik dengan bentuk tum dan semat dengan lidi. ( Gunakan stapler jika lidi tak ada ).
  • Jika anda memakai ramekin: Panaskan ramekin dalam dandang atau panci perebus, beri 1/2 sdm gula merah halus.
  • Tuang adonan sampai 1/2 volume ramekin, beri /1 sdm gula merah, lalu tuang adonan lagi sampai hampir menutupi 2/3 volume ramekin.
  • Beri topping irisan nangka, potongan daun pandan dan taburi sedikit gula merah.
  • ( Catatan : Dengan menuang adonan dan gula berselang seling, anda akan mendapatkan sajian kue basah dengan tampilan cantik sebagai hidangan penutup)
  • Kukus dalam dandang selama 30 menit (sejak air mendidih dan keluar uap) hingga matang.
  • Sajikan panas atau dingin sesuai selera.

Tips:

  • Topping bisa anda ganti dan kombinasi sesuai selera misalnya dengan irisan pisang raja atau durian)
  • Kesalahan fatal yg sering terjadi adalah TIDAK SABAR saat membuat adonan hingga langsung bergumpal-gumpal tak karuan. Jika terjadi jangan langsung panik!! Selamatkan adonan anda dengan cara: Beri air hangat untuk mengencerkan adonan, aduk2 adonan dengan gerakan memutar sendok spatula atau whisk sekuat dan secepat mungkin sampai adonan agak rata, tambahkan 1 sdm mentega atau margarine dan panaskan kembali.
  • Daun pisang segar sangat rentan dan mudah sobek pada saat kita lipat. Untuk itu sebaiknya daun pisang dilemaskan dulu sebelum dipakai. Ada 2 cara yang anda bisa pakai, terserah cara mana yang mudah menurut anda.
  • 1. Rendam daun pisang dalam air panas kurang lebih 3 menit sampai daun layu dan warna agak berubah , kemudian keringkan dengan lap pembersih atau tissue dapur.
  • 2. Panaskan di atas dandang yang berisi air mendidih yang anda siapkan sebelumnya untuk mengukus.

Tips:

  • Untuk mencari resep lainnya silahkan lihat Resep Lestariweb atau gunakan navigator menu di bawah.

Catatan...!!

Bongko (Bungko) Cunduk awalnya merupakan kudapan khas peranakan etnis Tionghoa yang dihidangkan saat merayakan Imlek. Tetapi kue basah tradisional ini sekarang sudah menjadi santapan umum masyarakat dengan berbagai variasi bahan dan nama misalnya Bongko Menir, Bongko Pisang atau Bongko Durian.

Bagi generasi milenial mungkin sudah jarang mendengar apalagi memasak sendiri jajanan yang cukup unik ini :-). Tapi tak ada salahnya anda mencoba. Kue basah ini cocok untuk dihidangkan sebagai hidangan penutup atau takjilan di bulan Ramadhan ;-)

Catatan: Dalam proses pembuatan aslinya kue ini dibungkus dengan daun pisang, tapi karena daun pisang sangat susah saya dapatkan di tempat tinggal saya sekarang, saya kukus kue ini di ramekin dan langsung disajikan dalam keadaan hangat. Rasanya tetap lezaat ;-)

Untuk saudara-saudara dari Bojonegoro, mohon dimaklumi atas keterbatasan di atas. Tujuan saya hanya satu, memperkenalkan kembali jajanan lezat ini supaya lebih populer dan tidak terlupakan begitu saja. Terima Kasih ;-)

Reviews & Comments

Tulis Komentar Anda: